javajuve.blogspot.com - Pada Derby Italia senin kemarin Juve gagal mengkudeta Internazionale yang ada di puncak klasemen sementara Serie A season 23/24. Juve unggul lebih dahulu melalui serangan balik ciamik soro, kombinasi dari Bang Dusan dan penyerang sayap "Fede" yang berlari di sayap kiri kemudian mengirimkan umpan silang datar yang lagi-lagi ciamik soro kepada Bang Dusan yang dengan ketajamannya yang setajam, menyelesaikan dengan finishing mematikan. Kemudian tidak lama setelah itu Inter membalas dengan gol yang hampir mirip, Lautaro dengan pengalamannya mengelabui penjagaan terakhir dari diri Federico Gatti, dimana media massa membicarakan kesalahan dari Gatti yang gagal membendung serangan yang berbuah gol ini.
Hasil sebenarnya kerugian bagi Juve karena gagal meraih poin penuh di hadapan pendukung sendiri, kontra Inter. Tentu bila keadaan di klasemen sama di akhir musim dan Juve harus menghadapi mereka di San Siro tentu lebih sulit mengalahkan mereka di San Siro daripada di hadapan Juventini. Kita lihat saja siapa yang tetap konsisten dan siapa yang lebih banyak melakukan kesalahan.
Formasi sendiri tampaknya Allegri sudah mantap nyaman menggunakan 3-5-2. Dimana penyerang diisi oleh Fede dan Bang Dusan. Bisa saja bila menyebut formasi ini dengan 532, dengan masing-masing 1 pemain di posisi sayap. Laga kemarin posisi ini diisi Cambiaso di sayap kanan dan Kostic di sayap kiri.
Lalu ada satu hal menarik dari Kontra Inter kali ini, yaitu problem menipisnya tenaga di sektor tengah Juventus. Allegri memutuskan untuk percaya pada pemain muda berusia 23 tahun, "Hans Nicolussi Caviglia". Secara umum saya sangat senang bagaimana ia bermain. Bahkan saat saya cek skills dia di Youtube bahkan ada yang berkomentar bahwa penampilannya lebih baik dari "Loca". Nico adalah seorang Italiano yang berposisi sebagai gelandang tengah. Ia kelihatan lebih nyaman bermain menyerang daripada bertahan walaupun bisa saja diposisikan sebagai gelandang bertahan.
Di usia 23 tahun ia sudah empat kali disekolahkan Juventus yang pertama ke Perugia di musim 19/20. Lalu ke Parma musim 20/21. Sudtirol klub Serie B di putaran pertama musim 22/23. Lalu ke Salernitana pada pertengahan musim hingga akhir musim 22/23 tepatnya mulai 5 Jan 2023 hingga 30 Jun 2023.




