Maret 25, 2016

Jenderal Lapangan - 1


Jumpa lagi bolamania. Kali ini untuk memperkaya ulasan di blog ini kami hadir dengan rubrik baru yaitu Jenderal Lapangan. Dimana rubrik ini akan menyajikan cerita profil bintang-bintang lapangan hijau yang menarik dan patut disimak. Tak usah berlama-lama lagi segera kita mulai Jenderal Lapangan.

Kali ini kita akan mengulas sosok pemain senior yang sudah layak disematkan legenda pada reputasinya. Baru-baru ini ia mengukir rekor baru di pentas Serie A. Pemuncak rekor clean sheet atau tak kebobolan sepanjang masa selama ini di Serie A yang dipegang mantan kiper AC Milan Sebastiano Rossi berhasil diperbaharuinya. Rekor Rossi yang 929 menit diperbaharui Buffon menjadi 973 menit atau 10 pertandingan lebih 73 menit. Rekor tersebut diraihnya pada laga Derby Della Mole di Stadion Olimpico Turin kandang Torino pada Minggu 20/3/2016. Dan akhirnya rekor itu harus terhenti di menit ke-48 ketika penyerang Torino Andrea Belotti mengoyak gawang Juve melalui eksekusi penalti.

Ya.Saat ini kita sedang membahas Gianluigi Buffon. Penjaga gawang kawakan 38 tahun milik Juventus. Ayah dari Louis Thomas dan David Lee.

Pemain yang menggemari tokoh superhero Superman ini lahir di Carrara 28 Januari 1978. Latar belakang keluarga Buffon ternyata memang tidak jauh dari Arena Olahraga. Ayahnya Adriano Buffon adalah seorang atlet angkat besi. Dan Ibunya Maria Stella seorang atlet lempar cakram. Buffon kecil adalah anak sulung dari tiga bersaudara. Adik-adiknya perempuan dan ternyata juga atlet. Yaitu pemain bola voli. Masih dari orang yang memiliki hubungan kekerabatan dengannya, Lorenzo Buffon. Ia adalah penjaga gawang legendaris Italia di tahun 50 dan 60-an yang pernah bermain untuk Milan dan Inter. Lorenzo Buffon adalah sepupu kakek Gianluigi "Gigi Superman" Buffon.

Suatu waktu ketika Buffon kecil berumur 12. Ia ingat ketika ia masih sangat muda tentang seorang kiper hebat berkulit hitam Kamerun Thomas N'Kono. N'Kono berhasil mengambil hati Buffon kecil lewat penampilannya di Piala Dunia Italia 90. Di pertandingan pembuka Kamerun bermain mengejutkan. Di luar dugaan saat itu N'Kono dan Roger Milla mengantarkan Kamerun mengalahkan juara bertahan Argentina. Jadilah Buffon sampai saat ini terinspirasi oleh kiper Kamerun Thomas N'Kono. Bahkan untuk memberikan nama akhir untuk anaknya, Louis Thomas ia ambil dari nama Thomas N'Kono.

Buffon muda bukanlah seorang pemain asli didikan klubnya saat ini Juventus. Ia mengawali karirnya di akademi muda AC Parma pada tahun 1991. Ia kemudian lulus dari tim junior pada 1995. Debut Serie A-nya adalah saat Parma menghadapi AC Milan 19 November 1995. Ia mencatatkan clean sheet pada debutnya saat itu dengan skor 0-0. Buffon akhirnya didapuk menjadi kiper utama AC Parma pada musim 1996/97. Pada musim keempatnya 1998/99 ia sukses membawa Parma menjuarai Piala UEFA dan Coppa Italia.

Periode 2000-01 adalah musim terakhir Buffon bersama Parma. Di awal musim 2001-2002 ia mengambil keputusan tepat ketika bergabung dengan Juventus. Juventuslah tempat bagi Buffon untuk merasakan karir puncak sebagai pesepak bola dengan banyak gelar walaupun sampai saat ini ia belum pernah merasakan gelar Liga Champions Eropa meskipun sudah 2 kali tampil di final ajang bergengsi klub-klub elit Eropa tersebut.

Naik turun dan manis pahit kehidupan pun turut dirasakan Buffon ketika berkarir sebagai pesepakbola. Juventus pernah terperosok ketika dinyatakan telah terlibat dalam skandal Calciopoli yang menyebabkan pada periode 2006/07 harus turun kasta ke Serie B. Tapi disini Buffon tetap setia pada Juve sampai akhirnya kembali ke Serie A pada musim 2007/08. Buffon juga pernah sekali dirundung masalah pada saat ia divonis terlibat dalam kasus judi ilegal dalam laga antara Juventus versus Parma. Ia dalam persidangan membela diri bahwa ia memang sering terlibat dalam perjudian, tetapi tidak pernah sekalipun ia berjudi atas nama tim (dalam hal ini Juventus). Sebaliknya, kenangan manis dirasakan Buffon di level timnas saat ia berhasil menapaki puncak pencapaian sukses menyabet Piala Dunia 2006 di Jerman.

Dan terakhir, kami kutipkan sebuah quote dari Gigi Buffon yang kami ambil dari biography.com,

"Banyak orang tidak suka cara saya bermain. Mereka pikir saya over akting, berteriak terlalu banyak, mencoba untuk memenangkan perhatian kamera, tapi saya melakukan itu sengaja untuk memelihara hubungan antara olahraga dan gagasan bahwa itu sungguh hanya sebuah sirkus (pertunjukan)."


Rekor Buffon
Superman Gigi Buffon (Youtube/Sport TV)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kontra Inter - Seri 2

    javajuve.blogspot.com - Pada Derby Italia senin kemarin Juve gagal mengkudeta Internazionale yang ada di puncak klasemen sementara Serie...